Ketika mengunjungi Desa Banyumulek, Anda
akan disambut dengan gapura hijau yang bertuliskan “Sentra Kerajinan
Gerabah Banyumulek”. Uniknya, ketika melangkah masuk ke area desa, Anda
akan menemui sekolah serta kantor-kantor pemerintah yang dihiasi
gerabah-gerabah besar pada pagar temboknya. Sehingga kesan Desa Gerabah
akan sangat kental terasa. Sekaligus menegaskan bahwa Desa Banyumulek
ini adalah sentra kerajinan gerabah.
Di sepanjang jalan desa, Anda akan
menemui banyak galeri dan toko di kedua sisi jalan. Pastikan Anda tidak
kebingungan akan mengunjungi galeri yang mana, karena banyaknya galeri
yang berdiri di desa ini. Namun di antara galeri-galeri tersebut Anda
akan menemukan sebuah galeri yang cukup besar. Di galeri besar tersebut
Anda bisa menemui bermacam gerabah dengan varian yang lebih lengkap.
Mulai dari ukuran, bentuk, warna, motif hiasan, keunikan, sampai fungsi
yang bervariatif. Gerabah-gerabah tersebut tentu saja merupakan hasil
karya pengerajin gerabah Desa Banyumulek ini. Beberapa diantaranya
berupa vas bunga pasir, gentong telur, berbagai bentuk celengan, cas
gepeng, adik-kakak ukir asam, kap lampu, hiasan dinding, dan lain
sebagainya.
Hasil
kerajinan gerabah Desa Banyumulek ternyata sudah merambah sampai ke
pasar internasional. Misalnya New Zeland dan beberapa negara di Eropa.
Di desa ini, Anda bisa membawa pulang hasil seni tersebut dengan harga
yang bervariatif. Tergantung dari bentuk, ukuran, motif hiasan, serta
tingkat kesulitan saat proses pembuatannya.
Selain melihat hasil seni yang
bewarna-warni tersebut, Anda juga bisa belajar dan ikut serta dalam
proses pembuatannya. Anda akan terkejut pada saat peroses awal pembuatan
gerabah. Karena para pengerajin tidak pernah menggunakan alat bantu
ukur untuk menentukan diameter gerabah. Selain itu, alat-alat yang
digunakan terbilang sederhana. Semuanya dilakukan dengan hati. Sehingga
para pengerajin gerabah Desa Banyumulek ini mampu menghasilkan hasil
seni yang berkualitas dan mengagumkan.
Ketrampilan para pengerajin Desa Banyumulek Lombok
ini ternyata didukung oleh alam sekitar. Di sekitar desa, tanah liat
dan air yang merupakan bahan baku, sangat mudah untuk didapatkan. Begitu
pula dengan bahan pewarnanya. Para pengerajin tersebut biasanya
menggunakan bahan pewarna alami, seperti biji asam yang dimasak dahulu.
Namum dewasa ini, beberapa pengerajin juga mulai menggunakan bahan
pewarna buatan yang bisa diperoleh dari desa tetangga.
Sumber: http://id.lombokindonesia.org/kerajinan-gerabah-desa-banyumulek/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar