Sabtu, 21 Mei 2016

Gili Lampu, Lombok – NTB

Sunset di Gili Lampu - Bali & NTB : Gili Lampu, Lombok – NTBGili Lampu adalah sebuah destinasi wisata yang cukup populer, berada di Sambelia, salah satu kecamatan di Kabupaten Lombok timur, Provinsi Nusa tenggara barat Indonesia. Gili Lampu berasal dari kata “Gili” yang berarti Pulau dan “Lampu” yang bisa berarti Penerang. Selama ini mungkin banyak orang membayangkan Gili Lampu itu pulau yang dipenuhi lampu-lampu. Tetapi kenyataannya tidaklah demikian.

Karena ” Gili Lampu ” sebenarnya merupakan pulau kecil dimana terdapat sebuah Mercusuar tanda penerang atau rambu-rambu bagi lalu lintas laut dan hilir mudik pelayaran di sekitarnya. Menurut keterangan tokoh masyarakat di Sambelia, mercusuar itu sudah ada sejak zaman Jepang, dan hingga kini kondisinya masih berfungsi. Pada malam hari, kerlip pijar lampu mercusuar tidak hanya tampak dari sekitar wilayah pesisir, tetapi juga bisa dilihat dari Depan Kantor kecamatan Sambelia.

pasir pantai putih gili lampu - Bali & NTB : Gili Lampu, Lombok – NTB

Dahulu Gili Lampu dimanfaatkan sebagai tempat peristirahatan para nelayan yang memancing di laut sekitar daerah tersebut. Namun lambat laun, karena keindahan alamnya serta inisiatif dari berbagai pihak terutama pemuda dan pemerintah setempat, Gili Lampu dipromosikan sebagai daerah wisata.
Pada awalnya wisatawan yang berkunjung hanya sebatas masyarakat setempat, seperti dari beberapa dusun tetangga desa Sambelia atau dari desa-desa lain sekecamatan Sambelia. Ini pun hanya diwaktu-waktu tertentu, misalnya piknik saat kenaikan kelas Sekolah Dasar, perayaan Idul Fitri, Idul Adha, atau liburan tahun baru.
Tetapi lambat laun, pengunjung dari luar juga mulai berbondong-bondong, seperti dari Kecamatan Pringgabaya, Aikmel, Masbagik, Selong, dll. Bahkan seiring waktu dan gencarnya promosi yang dilakukan tokoh pemuda bersama pemerintah setempat dan swasta, alhasil jumlah kunjungan wisata ke Pulau Lampu meningkat dengan sangat pesat.

Lokasi
sunrise di gili lampu - Bali & NTB : Gili Lampu, Lombok – NTBSecara administratif Gili atau Pulau Lampu termasuk dalam wilayah kecamatan Sambelia, posisinya sekitar 2 Km di sebelah timur Dusun Transad desa labuhan pandan. Dari segi komposisi pulau ini lebih tepat disebut gugusan karang, karena jenis vegetasi yang dominan tumbuh di atasnya hanya bakau.
Di sebelah timur Pulau Lampu berbatasan dengan selat alas, kemudian di utaranya terdapat gili petagan yang berukuran sedikit lebih besar, dan di sebelah selatan ada beberapa gugusan pulau kecil yang masyarakat setempat menamainya gili lebur. Kuat dugaan bahwa sebelumnya pulau-pulau ini merupakan satu kesatuan. Namun akibat arus pasang dan naiknya permukaan air laut, menyebabkan gugusan pulau karang ini seolah terpisah satu sama lainnya.

Wisata
Saat ini obyek wisata Pulau Lampu sudah lebih dari cukup terkenal, khususnya sebagai salah satu destinasi wisata pantai yang ada di Pulau Lombok. Dalam promosi paket tour wisata yang disebutkan adalah ” Pulau Lampu “, tetapi sepertinya yang lebih dominan wisata pantai. Selain bisa mandi dan berenang dengan aman di pantai, ketertarikan wisatawan lokal kebanyakan berkunjung kesana mungkin karena sensasi nama ” Pulau Lampu “.
Para wisatawan dapat menikmati keindahan alam, mereka dapat berenang di pantai sekitar Gili dan bagi para wisatawan yang menginap, mereka akan menyaksikan keindahan matahari terbit dari Gili Lampu.
Para wisatawan yang berkunjung di Gili ini dapat berenang dan mandi di pantai dengan nyaman. Bahkan para wisatawan mancanegara datang untuk menikmati Sunrise dan Sunset yang terlihat di Gili Lampu. Kalau di Bali menpunyai pariwisata Sanur dan Kuta untuk melihat Sunset dan Sunrise, maka pariwisasta di Lombok mememiliki Gili Lampu dan Pantai Senggigi yang juga memiliki pemandangan Sunset dan Sunrise yang tak kalah mempesona.

Fasilitas
Beberapa fasilitas meskipun alakadarnya (minimalis) kini mulai disediakan, seperti tempat pedagang makanan dan minuman ringan, membuat sumur pembilasan, tempat ganti pakaian, dan toilet umum. Kemudian pada tahun 1990-an, selain menyediakan penginapan seperti bungalow-bungalow, kelompok pengelola setempat yang dimotori Mas Yanto dan beberapa temannya terus melakukan pembenahan, misalnya dengan menyediakan paket penyeberangan ke Gili atau perjalanan antar lokasi wisata pantai di Pulau Lombok. Pada waktu itu kerjasama sudah dilakukan dengan agen tour and travel ternama, seperti “Perama”.
Walaupun untuk fasilitas pendukung jauh dari kata seimbang, akan tetapi bagaimanapun inisiatif yang dilakukan para pemuda dan para marsyarakat di Dusun Transad patut mendapat apresiasi. Karena telah mengemas budaya dan produk lokal yang ada disana sehingga meningkatkan pesona dan dya tarik bagi para wisatawan yang ingin berkunjung Gili Lampu ini.

Sumber: http://www.pasirpantai.com/balintb/keindahan-sunset-dan-sunrise-di-gili-lampu-lombok-ntb/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar