Sabtu, 14 Mei 2016

Nyongkolan, Prosesi Sakral Ritual Pernikahan di Lombok



BUDAYA LOMBOK - Beberapa ritual keagamaan maupun ritual adat di pulau Lombok seringkali mengundang perhatian para wisatawan, seperti bau nyale, pujawali, perang topat atau presean. Salah satunya yang paling menarik menurut para wisatawan adalah Ritual atau Tradisi nyongkolan. Nyongkolan adalah sebuah tradisi lokal di Lombok, dimana sepasang pengantin di arak beramai-ramai seperti seorang raja menuju rumah / kediaman sang pengantin wanita. Arak-arakan ini selalu diiringi dan diramaikan dengan beraneka tetabuhan alat musik tradisional dan kesenian khas suku Sasak. Tujuannya agar para warga sekitar mengetahui bahwa pasangan pengantin tersebut sudah menjadi sepasang suami istri yang sah.

Saat pelaksanaan tradisi nyongkolan ini,  arak-arakan pasangan pengantin didampingi oleh dedare dedare dan terune terune sasak, juga ditemani oleh para tokoh agama, tokoh masyarakat, atau pemuka adat beserta sanak saudara berjalan mengelilingi desa. Peserta iring-iringan tersebut haruslah mengenakan pakaian khas adat suku Sasak, untuk peserta wanita menggunakan baju Lambung (kadang-kadang juga menggunakan baju kebaya), kereng nine / kain songket (sarung khas Lombok), sanggul (penghias kepala), anting dan asesoris lainnya. Bagi pengiring laki-laki menggunakan baju model jas berwarna hitam (atau variasi) yang dijuluki tegodek nongkeq, kereng selewoq poto (sarung tenun panjang khas Lombok) dan capuk (ikat kepala khas Lombok).


Nyongkolan Adat Sasak Lombok (c) dinaspariwisatalombokbarat.blogspot.com

Dalam tradisi nyongkolan, kedua pengantin diibaratkan seperti seorang raja dengan pasangan permaisuri-nya yang diiringi oleh para pengawal dan dayang-dayang istana. Beberapa dari mereka biasanya membawa sebuah hantaran seperti hasil kebun, sayur mayur, ataupun jenis buah-buahan yang akan dibagikan pada penonton, kerabat dan tetangga mempelai perempuan nantinya. Dalam ritual khas pernikahan suku Sasak Lombok, nyongkolan merupakan bagian kecil ritual yang harus dilakukan oleh kedua mempelai.

Untuk memeriahkan acara nyongkolan, biasanya diiringi dengan tabuhan tabuhan gendang beleq khas Lombok, atau sejenis musik rebana dengan lagu lagu daerah Lombok disertai penari dengan pakaian khas tari. Jika sang pengantin merupakan kaum ningrat atau bangsawan, iring-iringan nyongkolan pastinya dilengkapi dengan gendang beleq dan pasukan berani mati yang berkostum seperti prajurit jaman dulu kala. Tidak hanya itu, rudat sebagai kesenian dari Timur Tengah dengan menampilkan berbagai gerakan pencak silat juga ikut meramaikan tradisi nyongkolan khas Sasak ini.

Gendang Beleq pengiring nyongkolan (c) ntbkita.com

 

Iring-iringan pengantin wanita (c) ntbkita.com

 

Prosesi ritual Sorong serah Aji Krame adat Sasak (c) ntbkita.com

Uniknya, ada mitos dan kepercayaan yang masih dipegang oleh warga suku Sasak terkait dengan nyongkolan ini. Menurut kepercayaan lama yang masih berkembang dan turun temurun, jika tradisi nyongkolan tidak digelar setelah prosesi akad nikah sang pengantin, maka rumah tangga sang pengantin tersebut biasanya tidak akan bisa bertahan lama atau keturunan dari pasangan pengantin ini biasanya akan terlahir dalam kondisi cacat fisik. Belum ada yang bisa mengkonfirmasi kebenaran mitos ini, namun yang pasti hingga kini nyongkolan masih terus dilaksanakan dan tak jarang bisa menjadi pemicu utama kemacetan ruas-ruas jalanan di Pulau Lombok.

Jika Anda sedang berlibur ke Pulau Lombok, terutama akhir pekan, bisa jadi akan menemui beberapa ruas jalan yang sedikit macet dan ramai karena prosesi nyongkolan ini. Tradisi ini sampai saat ini masih dilaksanakan dan tentunya sangat menarik untuk anda abadikan. Apalagi masing masing iring-iringan nyongkolan ini memakai baju adat khas Sasak serta tari-tarian tradisional yang menarik. Jika Anda seorang Photographer atau hoby photo-photo, anda akan mendapatkan banyak sudut atau angle yang menarik dari berbagai macam seni dan iring-iringan nyongkolan ini. Semoga tradisi nyongkolan di Lombok ini bisa menjadi salah satu pelengkap liburan Anda ke Lombok, selain beberapa destinasi wisata alam yang menarik di Lombok seperti Gunung Rinjani, Bukit Malimbu, Pantai Senggigi atau pun pantai Selong Belanak di Lombok Tengah.

Jumat, 13 Mei 2016

Menikmati Lezatnya Sate Pusut



Sate adalah hidangan yang sangat populer di Indonesia; kehadiran sate sudah tersebar di seluruh pelososk negeri, mulai dari sate ayam, sate daging, sate jeroan, hingga sate yang berkaki empat. Di Indonesia, sate dapat diperoleh dari pedagang sate keliling, pedagang kaki lima di warung tepi jalan, hingga di restoran kelas atas, serta kerap disajikan dalam pesta dan kenduri.

Resep dan cara pembuatan sate beraneka ragam bergantung variasi dan resep masing-masing daerah. Hampir segala jenis daging dapat dibuat sate. Sebagai negara asal mula sate, Indonesia memiliki variasi resep sate yang kaya.

Coba dan rasakan kenikmatan sate pusut khas Lombok. Bila pada umumnya pembuatan sate, dagingnya biasanya dipotong kecil kemudian ditusukkan. Hal ini, berbeda dengan sate yang satu ini. Sate Pusut. Sate berbahan dasar daging sapi dan ikan tengiri yang dihaluskan.

Selain itu, Sedikit ditambahkan santan serta bumbu-bumbu yang biasanya sering kita temui seperti merica, ketumbar, cabe merah, gula, garam, terasi, kemiri, bawang merah, dan bawang putih. Tapi bumbunya harus dihaluskan dulu. Setelah semua bahan dicampurkan baru kemudian dibalutkan ke kebatang daun kelapa. Langkah terakhir adalah di panggang. Enaknya lagi bila satenya disantap masih dalam keadaan hangat.

Sabtu, 07 Mei 2016

Bukit Merese, Lombok Tengah



Have you heard about Merese Hills? Yupp kali ini kita akan membahas sebuah bukit yang berada di Lombok tengah tepatnya di samping barat pantai Tanjung Aan.
Bukit yang lagi rame banget dibicarain dan salah satu tempat wisata yang lagi hitz banget ini emang bener-bener keren. Pemandangan yang di suguhkan benar-benar menakjubkan, sesuai denga perjuangan saat mendaki bukitnya.
Di atas Bukit Merese, Readers dapat melihat kecantikan pantai Tanjung Aa'n secara maksimal. Lautan biru dan perbukitan hijau, matahari yang sangat cantik, apalagi readers juga dapat melihat sunset yang menakjubkan dari atas bukit!
Bukit-bukit disitu berjajar membentuk layer sederhana, berbalut warna hijau yang berasal dari rumput-rumput yang tumbuh liar di setiap jengkal tanahnya dan ada juga beberapa pengembala terlihat asik menggembalakan sapi maupun kerbau di bukit ini. (eits, kerbau-kerbaunya aman kok, ga nyeruduk. Hehe). Readers juga bisa menikmati indahnya Batu Payung yang menjadi landmark dari atas bukit ini. 


Wah banyak hal yang bisa di nikmatin yah diatas bukit ini. Yuk buruan jadiin Bukit Merese bagian dari wish list kamu!